Perkiraan waktu: 5-30 menit (bergantung pada jumlah presentasi)

Demonstrasi Digital

Memungkinkan siswa jarak jauh dan tatap muka untuk menunjukkan keahlian mereka dengan cara multimodal dan personal selama pembelajaran hibrida. Menambahkan transkripsi langsung memastikan rekan yang mengamati dapat fokus, memahami presentasi, dan juga terlibat tanpa menyela ketika mereka melewatkan bagian atau tidak mendengar dengan jelas siswa yang sedang presentasi. Transkripsi juga dapat direkam untuk digunakan sebagai referensi nanti dan selanjutnya mendukung penguasaan materi dan pembelajaran rekan.

Pendorong utama seputar pembelajaran yang efektif:

Bertarget dan Relevan

Kursus dan materi yang dibedakan

Terhubung secara Sosial

Terhubung secara Sosial

Terlibat secara Aktif

Pilihan dan tindakan

Alasan

Seperti di lingkungan tatap muka, siswa di lingkungan jarak jauh dan hibrida dapat memperoleh manfaat dari bekerja dalam kelompok kecil karena berbagai alasan:

Menawarkan pilihan dan peluang untuk keterlibatan teman sebaya, dukungan guru, atau pekerjaan mandiri memungkinkan siswa untuk membuat lingkungan yang cocok untuk mereka dan memenuhi kebutuhan pembelajaran
mereka.

  • Dukungan konten: Pelajaran mungkin meminta siswa untuk fokus pada konten yang berbeda. Misalnya, siswa di kelas sains dapat dipecah menjadi beberapa ruang yang berfokus pada sistem organ yang berbeda. Siswa dapat memiliki pilihan untuk memilih topik mana yang mereka minati atau guru dapat menugaskan siswa ke suatu topik atau untaian konten berdasarkan
    kebutuhan.
  • Lingkungan Kerja yang Dipersonalisasi: Guru dapat menyiapkan ruang yang berbeda dengan lingkungan kerja yang berbeda seperti:
    • ruang percakapan di mana siswa dapat berkolaborasi dan saling mengajukan
      pertanyaan
    • zona tenang di mana siswa bekerja dengan tenang dan mandiri
    • ruang bantuan guru di mana siswa dapat bekerja dalam kelompok kecil atau berdua dengan guru

Fitur:

Mengelola Ruang Diskusi

Sebagai host atau co-host dari ruang Zoom, guru dapat membuat ruang diskusi dengan mengeklik tombol Ruang Diskusi. Dari sana, guru dapat mengatur jumlah ruang yang dibutuhkan. Saat menentukan ruang, guru dapat memberi siswa opsi untuk memilih ruang mana yang ingin mereka tuju atau menetapkan ruang untuk mereka. Jika siswa memiliki opsi untuk memilih ruang, mereka dapat mengeklik tombol Ruang Diskusi dan memilih ruang. Mereka juga memiliki opsi untuk berganti ruang. Guru juga dapat menetapkan siswa ke ruang diskusi terlebih dahulu.

  • Guru dapat berpindah di antara ruang untuk memastikan siswa mengerjakan tugas dan menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin mereka miliki.
  • Akhiri sesi diskusi dengan mengeklik "Tutup Semua Ruang" di jendela Ruang Diskusi.
  • Guru juga dapat mengirim pesan kepada semua siswa dengan mengeklik "Siarkan pesan ke semua" di jendela Ruang Diskusi. Hal ini membantu memberi pembaruan waktu kepada siswa tentang berapa lama mereka berada di ruang.

 

Penerapan

Sebelum menerapkan Kursus Virtual melalui ruang diskusi untuk pertama kalinya, penting untuk:

  1. Mengidentifikasi pelajaran di mana siswa perlu bekerja dalam kelompok untuk mendapatkan dukungan tambahan, berkolaborasi, atau memiliki waktu kerja individu yang diperpanjang.
  2. Mengartikulasikan mengapa ruang diskusi dibuat karena Kursus Virtual dapat digunakan oleh siswa untuk memiliki pilihan seputar konten dan lingkungan kerja mereka serta
    oleh guru untuk merancang kelompok yang homogen dan heterogen untuk memungkinkan penguasaan konten yang lebih dalam melalui pembelajaran sebaya atau dukungan guru tambahan.
  3. Menentukan bagaimana siswa akan dikelompokkan. Guru mungkin ingin menetapkan siswa ke ruang atau ingin siswa memiliki opsi untuk memilih ruangnya sendiri. Jika guru ingin menetapkan siswa, pertimbangkan untuk menetapkan siswa ke ruang diskusi terlebih dahulu.
  4. Mengidentifikasi norma dan harapan kerja kelompok. Akan sangat membantu bagi siswa untuk memiliki daftar harapan untuk diikuti dan dirujuk di ruang diskusi ini karena siswa yang lebih lama mungkin berada di ruang tanpa pengawasan orang dewasa. Pastikan untuk menyampaikan apa yang dapat dilakukan siswa jika harapan ini dilanggar (mis., mengirim email ke guru untuk memintanya masuk ke ruang).
  5. Jika guru memiliki dukungan orang dewasa tambahan (mis., rekan pengajar, paraprofesional, dukungan pendidikan khusus, dll.), berbagi tugaslah siapa yang akan berada di ruang dan kapan.
  6. Berlatih menggunakan ruang diskusi dalam skenario yang santai. (mis., melakukan aktivitas empat sudut tetapi alih-alih meminta siswa secara fisik berpindah ke sudut yang berbeda, siswa pergi ke ruang diskusi yang sesuai dengan pilihan mereka).

Setelah siswa merasa nyaman menggunakan fitur ini, siapkan ruang untuk percakapan singkat,
kolaborasi, dan/atau dukungan guru tambahan. Selama kursus virtual, guru juga dapat menggunakan waktu tersebut untuk mengajak siswa melakukan percakapan empat mata seputar tujuan, untuk mendapatkan dukungan yang terfokus, atau untuk sekadar memeriksa. Kursus virtual memungkinkan siswa untuk memiliki tindakan dan pilihan tidak hanya seputar apa yang mereka pelajari tetapi juga lingkungan tempat mereka belajar. Hal ini memungkinkan kepemilikan dan investasi yang lebih kuat ke dalam konten yang ada. Hal ini juga bermanfaat bagi guru untuk memantau ruang yang berbeda terutama di awal dengan masuk ke ruang sepanjang kelas untuk memastikan siswa mengerjakan tugas.

Dikembangkan dengan